• Flash Fiction

    Diantara Kita Tak Ada yang Bercanda (5)

    Jam tujuh pagi, Emilia bersiap berangkat ke tempat kerjanya. Sambil perlahan menuruni anak tangga, tangan kanannya menelepon Mario. “Sorry, semalam gue lupa charge hp. Iya hari ini gue ke kantor kok, Mas. Lumayan banyak kerjaan,” gadis itu tiba tiba terhenyak. “Ya udah ya, gue sarapan dulu. Bye.” Tampak sosok Arsen sedang duduk di kursi makan sambil menikmati roti buatan Mama. “Hai Mil,” dia menyapa dengan santai. “Aku antar ke kantor ya?” “Sarapan dulu, Mil.” “Bawa bekal aja Ma,” Emilia menyiapkan beberapa helai roti untuk dibawa. “Aku mau cepat sampai ke kantor.” Ujarnya sambil berusaha mengabaikan lelaki itu, yang pagi pagi sudah stand by di rumahnya. Arsen mengikuti Emilia pamit pada…