• Flash Fiction

    Di antara Kita Tak Ada yang Bercanda (3)

    Emilia masih tak habis pikir, tak juga menyangka bahwa ceritanya akan begini. Mario bukan lelaki idamannya, dia hanya nyaman berteman dengan lelaki itu. Sebab bertemu dalam bidang yang sama dan itu bukanlah impiannya. Sengaja atau tidak, batinnya membandingkan sosok Ray dan Mario. Keduanya memang punya kesamaan, tapi dia tidak ingin bayang bayang Ray melekat pada diri Mario. “Kok ngelamun?” Mama memperhatikannya sejak Emilia duduk di kursi makan tanpa menyentuh sarapannya. “Mil…” panggil Mama sambil menyentuh bahu Emilia. “Eh-iya Ma…” “Ini tadi ada ojek online kirim sarapan, katanya dari Mario.” Hah? Mario? Ngapain kirim sarapan pakai ojol? Ihhhh. Geramnya dalam hati. “Kabarin gih, bilang terima kasih.” Ujar Mama. Emilia tidak menyahuti.…