• Flash Fiction

    Di antara Kita Tak ada yang Bercanda (2)

    Mario terbelalak, Emilia bergegas pergi. Dia nggak tahu sebenarnya wajah Ray, orang yang pernah diceritakan Emilia. Jika benar begitu, tentu sulit bagi keduanya. Siapa yang sudi berpasangan tapi dibayang bayangi masa lalu dari salah satunya? Dan Emilia tidak ingin menyakiti Mario, terlebih menyakiti dirinya sendiri. Setahun belakangan, setelah surat pertama dan terakhir Ray sampai di tangannya—Emilia melanjutkan hidup. Bertemu orang orang baru, termasuk Mario yang wajahnya mirip dengan Ray. Hanya berbeda sedikit karena Mario begitu humoris dan bukan penyuka espresso. Apa benar takdir mampir ke sini? Atau salah aku mengenalnya? Emilia membatin. Apa perlu aku menyesal? “Udah di rumah, Mil?” “Udah,” Boleh nggak sih berharap… supaya jangan ada yang berubah?…