• Flash Fiction

    Di antara Kita Tak Ada yang Bercanda (1)

    “Aku akan pergi, kamu nggak usah cari ya.” Katanya membuka pembicaraan kami. “Janji jangan cari ya?” Ucapnya serius, ia lalu menyicip segelas espresso hangat dari cangkirnya. “Pede amat bakalan aku cari sih, Mas?” Balasku sekenanya. “Aku yakin kamu akan cari aku, Mil. Biasanya feelingku nggak pernah meleset…” “Emangnya Mas mau ke mana sih?” “Pergi.” “Jangan becanda dong, seriuslah. Males aku…” “Aku nggak bercanda, Emilia.” “Ok baiklah… Mas pergi, aku nggak dikasih tau, aku nggak boleh cari. Ada lagi pesan terakhirnya?” “Aku minta maaf.” “Aku maafin. Aku orangnya pemaaf kok, Mas.” Lelaki itu menghela nafas, lalu diam cukup lama. Aku tahu dia tidak pernah bercanda, apalagi untuk pamitnya ini. Lelaki yang…